Update Berita Terbaru 2019

Kamis, 04 April 2019

Tak Terpengaruh Tahun Politik, Investasi Properti di Bali Masih Jadi Incaran

April 04, 2019 Posted by mirajudin , , No comments

Suhu politik jelang pemilu presiden 2019 tak menyurutkan investasi properti, termasuk di antaranya di Bali. Terbukti, Permata Graha Land (PGL) berhasil menjual proyek Ratnamaya. Pengembang ini berhasil menjual 30 persen unit di penjualan perdana Vila Ratnamaya saat grand launching beberapa waktu lalu.

"Saat ini, yang tersisa tinggal 8 unit lagi," ujar Direktur Marketing PGL, Satya Adi dalam keterangan persnya.

Satya mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sentiment positif terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri saat ini, dan situasi politik yang stabil menjelang pemilu. "Jadi, faktor wait and see sebenarnya tidak terlalu signifikan bagi investor, yang lebih utama adalah instrument yang mereka gunakan untuk berinvestasi, properti adalah instrument investasi yang paling aman dan menguntungkan di tahun politik," ujar dia.

Satya menambahkan, investasi properti di Bali sangat menjanjikan mengingat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, terdapat peningkatan jumlah wisatawan baik domestic maupun internasional. Hal ini tentu berpengaruh terhadap bisnis properti di pulau dewata tersebut. "Di tahun 2018, tercatat jumlah wistawan mancanegara menebus 5,7 juta orang, ini sungguh potensi yang luar biasa bagi para investor properti," ujarnya.

Satya mengatakan selain harga, konsumen juga melihat lokasi properti tersebut. Menurutnya, Ratnamaya memiliki lokasi yang sangat strategis di tengah kawasan wisata Bali.

"Ratnamaya berlokasi di tengah-tengah kawasan elit Uluwatu, dimana sudah terdapat beberapa resort dan beach club kelas internasional seperti Alila Resort, OMNIA Day Club, Bvlgari Resort, The Edge, dan Sundays Beach Club," kata dia.

Satya mengungkapkan, pemilik vila, selain bisa menempati sendiri, vilanya juga bisa disewakan. Seperti ketahui, harga sewa vila di daerah Pecatu dan Uluwatu permalamnya bisa mencapai 14 juta. Namun, sambung Satya, untuk mendongkrak jumlah penyewa dan juga menyasar market turis yang membutuhkan penginapan dengan harga sewa yang lebih terjangkau, pihaknya bisa memasang harga sewa Rp 3 jutaan per malam.

Dengan strategi ini, Satya yakin Vila Ratnamaya akan menjadi tempat favorit untuk berlibur. "Itulah sebabnya pada saat Grand Launching, villa Ratnamaya laris dibeli konsumen dan jadi salah satu incaran investasi," ungkap dia.

General Manager Proyek Ratnamaya Surya mengungkapkan pihaknya masih akan memberikan harga special bagi para konsumen yang tertarik berinvestasi vila sebelum acara Gala Dinner 23 Maret mendatang.

"Kami masih memberikan promo harga perdana sebesar Rp 1,5 miliar dengan cicilan sebesar Rp 9 juta per bulan, harga tersebut sangat murah jika dibandingkan dengan Vila-vila lain di lokasi tersebut yang mencapai Rp 3 miliar," ucap Surya.

Proyek Villa Ratnamaya, ujar Surya, hanya memiliki 20 unit vila premium eksklusif dan dikelilingi oleh sejumlah hotel / resort berskala internasional yang sering mejadi rujukan tempat berlibur bagi kalangan menengah atas, seperti Alila Villas Uluwatu, Bulgari Resort, The Edge, Ungasan Clifftop Resort. Selain itu, terdapat juga sejumlah beach club ternama, sebut saja misalnya Omnia Day Club dan Sundays Beach Club. 

0 komentar:

Posting Komentar